Memory of the World

UNESCO memulai Program Memory of the World pada tahun 1992. Program ini berawal dari kekhawatiran akan kondisi tidak menentu bagi preservasi dan akses untuk warisan dokumenter di berbagai belahan dunia. Perang dan kondisi sosial yang tidak stabil, serta kurangnya sumber daya, semakin memperparah berbagai permasalahan yang telah ada sejak berabad-abad sebelumnya. Berbagai koleksi penting di dunia menghadapi ancaman yang beragam, termasuk pencurian, jual beli ilegal, penghancuran, serta kondisi penyimpanan dan pendanaan yang tidak mencukupi. Banyak warisan yang telah hilang selamanya, sedang yang lain berada dalam bahaya. Namun, beberapa warisan dokumenter yang hilang untungnya dapat ditemukan kembali. 
Register Memory of the World – sebagai bagian paling nyata dari Program ini – dibentuk melalui General Guidelines 1995 dan telah berkembang melalui aksesi yang disetujui melalui pertemuan rutin International Advisory Committee (IAC).
Tujuan pelaksanaan Program ini meliputi:

1. Fasilitasi preservasi bagi warisan dokumenter milik dunia melalui metode yang paling sesuai

Fasilitasi dapat dilakukan melalui asistensi praktik secara langsung, diseminasi arahan dan informasi serta penawaran pelatihan, atau menghubungkan sponsor dengan proyek-proyek yang sesuai dan membutuhkan bantuan finansial.

2. Membantu akses universal bagi warisan dokumenter

Tujuan ini meliputi dorongan untuk membuat salinan digital dan katalog yang dapat diakses melalui internet, serta publikasi dan distribusi buku, CD, DVD, dan produk-produk lainnya, sebanyak dan seadil mungkin. Dimungkinkan juga adanya pembatasan akses, apabila diperlukan sesuai dengan regulasi dan peraturan yang berlaku. Konteks budaya, termasuk kepemilikan dokumen dan pemberian akses oleh komunitas adat, harus dihormati. Hak-hak kepemilikan pribadi dijamin melalui perundang-undangan tentang hak cipta.

3. Meningkatkan kesadaran dunia tentang keberadaan dan nilai penting warisan dokumenter

Metode yang dilakukan meliputi, namun tidak terbatas pada, mengembangkan register Memory of the World, medium, serta publikasi berupa promosi dan informasi. Preservasi dan akses, tidak hanya saling melengkapi satu dengan yang lainnya -  tetapi juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran, karena akses mendorong preservasi. Rekomendasi diberikan bagi pembuatan salinan yang dikhususkan untuk akses sehingga penggunaan material konservasi dapat dikurangi.

Arsip Konservasi Borobudur, atau Borobudur Conservation Archives, setelah melalui proses nominasi dan evaluasi, telah diakuisisi kedalam Register Internasional Memory of the World oleh UNESCO pada tanggal 30 Oktober 2017.

Arsip ini meliputi dokumen dan arsip yang berisi sejarah pelestarian Candi Borobudur, terutama pemugaran kedua (1973–1983) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dan UNESCO dengan dukungan dan kerja sama dari komunitas internasional, yang terdiri dari:

1.     Foto pemugaran berwarna dan hitam putih dengan ukuran 3R dan 10R

Jumlah: 71.851 foto

2.     Peta dan gambar kalkir dari ukuran A4 sampai dengan A0

Jumlah: 6.043 gambar

3.     Negatif kaca, ukuran 9 x 12 cm dengan tebal 2 mm

Jumlah: 7.024 negatif

4.     Slide film positif

Jumlah: 13.512 slide

5.     Film negatif, terdiri dari ukuran 3,5 x 2,5 cm, 5 x 5 cm, dan 8,5 x 6 cm

Jumlah: 65.741 film

6.     Film seluloid

Jumlah: 21 rol

7.     Dokumen proyek

Jumlah: 425 folder